Archive for music

d’massive sang super plagiator!


sebelumnya maap ne ye klo repost. tp bagi yg belun tauk bolehlah baca.. hohohohho

bener ngk sih.. lagu “d`massive” yang judulna “dan kamu”… ikut2 bgt sama band londo yang bernama “switchfoot” dgn judul “head over heel” di album “oh gravity”.. walaupun ngk 8 bar.. tapi komposisi laguna mirip bgt dech..
coba dicheck aja..
ni link buat switchfoot – head over heel
http://www.youtube.com/watch?v=Unj8-cX6tTE

ada lagi atu yg judulnya, “dilema”
mirip samah lagu muse yg judulnyah, “solidiers’s poem”
ini link lagu musenya:
http://youtube.com/watch?v=hLEjQFqdcY0

pasti kalian kaget..
ternyata band indonesia juara amild live 2008 seperti itu..
hahahahaha..
perlu banyak belajar dan banyak melihat referensi.. untuk membuat sebuah lagu menjadi indah dan tidak terkesan “mencontek” hehehehe
asal tauk ajah ya berkiblat ke salah satu band tidak sama dengan plagiat loh om..
tapi setelah sayah denger2 hu’uh! instrumenyah, temponyah, chordnyah pleg!

kasih tanggepan ya….

[mampuslah plagiator!! ]

YMCK / familyGenesis

Profile

YMCK is the 8bit pop unit formed by 3 persons. The most prominent feature of the band is the 8bit sound that reminds people old game consoles, which attracts the enthusiastic support from wide range of generations. The 1st album “Family music” released in 2004 made a big hit and made their popularity unassailable. Their unique style of live performances using 8bit pixel animation is also highly acclaimed. Their activities are not limited in Japan but also made successes in performing at international music festivals around the world: in Sweden, Netherlands, New York, Thailand, Korea and Taiwan, and CDs are released in United States, Thailand, and South Korea. Besides those things above, YMCK does a wide range of activities, such as remix works, video game sound tracks, DJ performances, development of 8bit sound plug-in software etc.

3nd album “FAMILY GENESIS
AVCD-23459/2,800yen (tax in)

  1. prologue
  2. Sabita tobira no daihachi tengoku
  3. Pleiades
  4. Starlight
  5. Izukata no fue
  6. Carving the Rock
  7. Future Invasion
  8. Rain
  9. System reboot
  10. Floor 99
  11. Major Swisng
  12. Hachi ban me no niji
  13. Jidai okure no sora
  14. Finale -Welcome to the 8bit world-

“FAMILY GENESIS” Special site (in Japanese).

2nd album

limited dot's edition
2nd album “FAMILY RACING
-limited dot’s edition [USG-011] 2,520 yen (tax in)
-normal edition [USG-012] 2,000 yen (tax in)
label in Thailand: smallroom
label in Korea: Pastel Music
label in Japan: USAGI-CHANG RECORDS01. Opening
02. Panic Racer 005demo
03. Go YMCK, Go!demo
04. Come on! Swing all stars.demo
05. Rock’n Roll rendezvous feat. Takahashi Meijin
06. Sakanano Mabatakidemo
07. Milky Blue -Riddle In Wonderland-
08. Kira * Kirademo
1st album 1st album “Family Music”
Damn-004/10$
USG-008/2,250yen (tax in)
label in U.S.: Records of the Damned
label in Korea: Pastel Music
label in Japan: USAGI-CHANG RECORDS01. Fanfare
02. Magical 8bit Tour demo
03. Pastel Colored Candy demo
04. Darling demo
05. POW * POW demo
06. Interlude
07. SOCOPOGOGO(YMCK Version) demo
08. Synchronicitydemo
09. Tetrominon -From Russia with Blocks-demo
10. Does John Coltrane Dream of a Merry-go-round?
11. Yellow, Magenta, Cyan and Black (Theme from YMCK) demo
12. Your Quest is Over
YMCK YMCK “FAMILY MUSIC” (CD-R edition)
01. Opening
02. Pastel Colored Candy
03. Darling
04. Pow * Pow
05. Does John Coltrane Dream of a Merry-go-round?
06. Yellow, Magenta, Cyan and Black

merekah adalah salah satuh band techno idola kamih. kapan ya bisa satu panggung..??!!

tuing2..nguik..hweeek

midiTone. belajar bermaen

apah inih

apah inih yang manah yang bagus?!

sample laguh :midiTone

electromidi <- download

sparkling stars <- download

kompulsive <- download

TIPS membeli peralatan DJ’s (basic equipment)

peralatan seorang DJ yang standar adalah turntable, mixer dan headphone.
ini semua alat yang pokok yang harus dimiliki seorang DJ dari yang baru
ingin belajr sampai ke yang ahli dalam dunia per-DJan, selain itu juga ada
namanya vnyl yaitu piringan hitam dimana lagu-lagu yang ada di putar melaui
turntable dengan kasetnya vnyl.

kendala menjadi seorang DJ yang professional adalah alat-alat yang mahal dan
jarang ada retailer atau dealer yang khusus menjual alat-alat ini walaupun ada
juga kelihatanya barang-barang yang sudah tidak layak pakai masih di jual,
berikut tips untuk membeli alat-alat DJ mulai dari yang baru sampe yang second
atau barang bekas pakai..

1. membeli alat-alat DJ dengan kondisi baru.

- jika kita baru terjun dalam profesi ini dan mamiliki budget atau dana yang lebih
atau lumyan banyak, saya sarankan untuk membeli alat2 DJ baru, mengapa? karena
menurut survei saya dari merk-merk yang berkualitas seperti TECHNICS yang di jual
bekas di indonesia hampir 70% barang nya rekondisi, sudah pernah dibongkar di ganti
komponen yang rusak atau hanya di cat luarnya saja.

dan juga anda yang ber-budget tinggi jangan terlalu berbangga diri, tidak asal membeli
alat DJ yang mahal atau yang sering digunakkan oleh orang kebanyakan.

1. membeli alat-alat DJ dengan kondisi bekas.

dan juga anda yang ber-budget tinggi jangan terlalu berbangga diri, tidak asal membeli
alat DJ yang mahal atau yang sering digunakkan oleh orang kebanyakan.

a. jika anda ingin menjadi DJ club,

untuk turntable :

Baru :

alat bwat berlatih di rumah carilah turntable dengan torque atau kecepatan turntable
yang sedang atau standar, djarum atau catridge yang dipakai standar pun tak apa.

sebagai pertimbangan : TECHNICS 1210 Mk5g, stanton STR8-100, numark PRO TTX

Bekas :

Memang mencari turntable bekas yang baik gampang2 susah tapi saya ada beberapa tips yang
bisa menjadi acuan.
- cek seberapa kuat putaran motornya, contoh: taro plat ke turntable, terus teken & tahan
pake jari platnya .. teken jangan terlalu kuat.. liat motornya (roda) gampang cepet berhenti
motornya berarti motornya kurang kuat (loyo), banyak yang ngaku turntable direct drive
tapi yang kaya gini ..motornya lemah..

- satu lagi.. cek Tonearms dari turntable itu sendiri (kaki pojok sebelah kanan turntable)..
bisa di stel turun naik ataw enggak…jgn beli yang gak bisa di stel!! kenapa?
kalo mo scratching biasa di stel nya tone arm naik ditinggiin biar gak gampang loncat jarumnya..
jangan mau turntable yang fixed tonearms (gak bisa di-stel!)segimana bagusnya cartridge en jarum loe..
lo scratchin tetep aja lo loncat2x terus dan biasanya fixed tonearms rendah stelan nya.

- cek putaran piringan dengan melihat titik di pingiran tempat piringan biasanya turntable
bagus ada lampu di pingir buat nujukin tempat plot lagu dimana tapi juga bisa di manfatin
buat ngecek turntable kecepatanya stabil apa ngak, liat titiknya kalo pitch nya di naikin atau
di turunin terus bayangan titik-titiknya ikutan turun atau naik terus kita berhenti naikin atau
turunin pitch lihat titiknya stabil atau terus berputar bolak balik, klo tetep berarti bagus
tapi kalo ikutan muter pas waktu pitch ngak dimainin wuah brarti jelek bgt tuh kondisinya

sebagai pertimbangan : TECHNICS 1200 mk2, numark PRO TT1

untuk Mixer :

baru :

mixer bwat para DJ yang ingin berprofesi sebagai DJ club, jika ber-budget lebih bisa
menggunkkan mixer yang terdiri dari banyak channel biasanya yang sering di pake 4 channel
dan build in effect atau udah ada efeknya bwat memanipulasi suara yang dimainkan.

sebagai pertimbangan : pioneer DJM 600, numark FX5000, allen heath xone 45

bekas :

susah kalo nentuin beli mixer second bagus bekas coz harus di bongkar dulu bwat liatin carbon di dalamnya udah abiz atau masih bagus di gunain, soalnya carbon ini yang buat netuin kebocoran suara pada fader kita tapi bisa di coba waktu paz mwu beli coba aja fadernya di metokin kiri ma kanan klo kekiri suara yang chanel alin yang lwat kanan ngak keluar brarti masih bagus kalo sebaliknya jelek.

tapi kalo mixer ada yang generiknya yang enak dikantong kayak DJM 600 yang pasarany 9 jta kita bisa ambil DJX 700 yng seharga 1.9 jta cukup murah kan tapi untuk kwalitas pasti beda.

sebagai pertimbangan : behringer DJX 700,

untuk headphone :

baru :

karena Headphone alat yang paling vital dalam me-mixing lagu dalam budget agak lebih
saya menyarankan menggunakkan headphone yang lumayan bagus.

contoh : sony mdvr700, pioneer HDJ 1000, TECHNICS rpdj

bekas :

kayaknya untuk headphone bekas kita lihat kondisi luarnya ajah udah ada yang retak lum
barangnya

b. jika anda ingin menjadi DJ band atau hip-hop,

untuk turntable :

baru :

jika untuk profesi seperti dengan budget yang lumayan besar baiknya menggunkkan turntable
dengan torque yang high atau yang kecepatanya tinggi karena dalam permainan biasanya DJ
menginginkan reverse atau hentakan torque yang cepat karena banyak memainkan teknik scracth.

contoh : TECHNICS 1210 Mk5E, stanton STR8-150, vestax

bekas : sama kayak DJ club.

untuk Mixer :

baru :

tidak perlu banyak channel buat profesi DJ semacam ini juga tidak perlu banyak effect,
2 channel dengan effect delay dan echo saja sudah cukup mumpuni karena profesi ini
bukan hebat karena alat melainkan keahlian..

bekas :

sama kayak DJ club.

contoh : pioneer DJM 909, technics , allen heath xone 25

baru :

untuk headphone :

headphone kayaknya jarang dipergunakkan tapi pasti dibutuhkan untuk hal ini headphone
yang standar saja di rasa cukup.

contoh : numark, stanton DJ 3000

bekas :

sama kayak DJ club.

satu lagi yang penting dalam membeli alat-alat DJ, dalam dunia professional berarti terjun dalam dunia ini tidak setengah-setengah dan benar-benar ingin menjalani dengan penuh keyakinan jadi saya sarankan jika anda masih baru dan ingin benar-benar terjun kedunia yang profesional jangan membeli alat-alat yang hanya murah saja tetapi diperhitungkan kedepan jika anda masih baru dan memakai alat-alat seadanya pasti susah untuk cepat belajar dan banyak kendala yang bakal dihadapi, seperti membeli turntable yang ada 2 jenis belt drive dan direct disarankan jangan membeli turntable belt-drive jika anda ingi kejalur yang pro karena belt-drive banyak kendalanya.

dari kawan sayah yang tak seberapa, DJ demaz

so ahk!!

tanggal 9 mei kemaren d’ S.I.G.I.T maen dikridosono. tapi ntah napa acara ntuh cumak bikin kesel samah dongkol duang!! ukh banget pokoknyah. betapa tidak (weess bahasanyah), acara yg bertemakan isu yg sedang marak di MTV (global warming) ntuh malah menyuguhkan musik dangdut sebagai acara utamanyah! lah, SIGIT?! ntar mas blakangan. goyang geboy ajah duluk. waks?! taik. ditiket tertulis disitu acara mulai jam 15.00-22.00, ntah ngapaen ajah. yang jelas sayah cumak mo liat d’SIGIT ajah. bukan orkes melayuh!

so ahk

sayah datang berduah jam 19.30 an getuh. masuk jam 20.00 an lah. yang penting d’SIGIT ga bakal klewatan. band-band yang laen mah bodo amad. nyampe dalam pas dapet lagu terakhir dari JazzKidding, bagus. anak-anak mudah bermaen musik Jazz. dilanjutkan acara ga penting panitia yang makan waktu lamak banget, kehk. bis ntuh manggung lah SriRedjeki. sayah dan some her, yang bikin senyum sayah tampak lebih menawan. mulaih manggut menikmati musik yang lol banget getuh. biyarpun dia gak ngerti bahasannyah yang penting manggut-manggut. bis ntuh manggung Jahanam, andah pasti tauk lagunya “tumini”. trus dilanjutin orkes melayu Sandalaras feat Vera. ne neh!! biyang kerok! astaga.. benar-benar pure goyang geboy kek diacara fenomena duluh (erotis, striptis, ntah apa lah!). orang-orang berjilbab pada tutup mata liat goyangannyah mbak Vera, lol! ntah mo buat sensasi apa gimanah maksud dari panitianyah inih!! yang jelas aneh sangad. lamak mbak Vera bergoyang, kameramen pun gelimpungan dibuatnyah. lol..

bis ntuh manggung lah DubYouth, band yang ditunggu-tunggu some her sayah. kamih baruh menikmatih satu laguh! heru (vokalis), dah ngucapin terimakseh ke panitia atas waktunyah. atas acara yang bagus inih. wud d’FUCK!! orang-orang pada bingung! DubYouth cumak maen satu laguh! ahk! FUCK! sayah tauk dia bilang terimakseh sebagai bentuk sindiran dari ketololan panitia me manage waktu acarah! FUCK! bud, oke. maseh adah d’SIGIT. satu-satunyah band yang saya pedulikan diacara ituh. akhirnyah datang jugah! hakhakhak. dua laguh pertama dari album baruh. sayah belun ngecun..hee. lagu ketigah BlackAmplifier, sayah tauk klo yang ituh. orang-orang pada jingkrak-jingkrak ikud nyanyih. tapih slese laguh itu, 2 orang MC lol dari panitiah tiba-tiba nongol. mengucapkan terimakaseh pada warga jogja yang menyempatkan waktunya hadir pada malam ituh. astaga lagih-lagih..wud d’FUCK!!!! arrrggghhh!! njing!!!

salud ajah buat panitiah acarah. bagus banged! njiing! so ahk!

Hand out BLUES Rock N Roll

Bermula dari sekedar ngejam, mengisi waktu n refreshing akibat aktivitas kuliah yang membosankan, tugas yang menumpuk,’n kegiatan percintaan yang “eehhhmmmm”, maka muncullah ide gila tapi kreatif dari sekelompok anak2 trendy zaman sekarang tapi mempunyai hobby yang sama, “JADUL”. Maka tanggal 14 MARET 2007 terbentuklah sebuah band berjudul “Hand out BLUES”.

Hand out BLUES sangat menginginkan Rock n’ Roll diterima di Yogyakarta. Rock n’ Roll bagi mereka bukan music biasa dan ecek-ecek. Perlu kekompakan dan permainan yang memadai. Harapan mereka yang paling utama mengenalkan pada orang-orang bahwa Rock n’ Roll bukan hanya untuk bergaya tapi dimainkan.

Steven n’ the coconuttrees suguhkan reagge asal indonesia

Siapa tak kenal Bob Marley. Saking besarnya pengaruh Marley, dia berhasil meluaskan musik Reagge ke perbagai penjuru dunia. Di Indonesia, musik asli masyarakat Jamaica itu diadaptasi oleh grup band Steven and The Coconut Trees. Mereka coba meramu, reagge rasa Indonesia.

“Buat gue musik barat itu influence, tapi ini lho reagge lokal, reagge rasa melayau, atau Indonesia,” ucap Steven ditemui beberapa waktu lalu. Band ‘rasta’ ini mulai dikenal dengan single mereka, ‘Welcome To My Paradise’. Steven PeDe aja tuh mengusung musik reagge, karena itu obsesinya, punya band reagge.

“Musik Reagge memang minoritas, tapi gue coba bicara lebih jujur lewat lirik gue, agar banyak yang terwakili,” sambung kakak Micky AFI ini. Dulu sih, Steven sempat menjajal musik metal. Namun apa mau dikata, darahnya lebih nge-reagge dari pada metal. Akhirnya, Steven berkelana mencari musisi reagge terbaik di Indonesia. Hasilnya, bersama personil The Coconut Trees, Arif dan Teguh (gitar), Rifal (Bass), Iwan(Keyboard), Teddy (Percussion) dan Adjie (Drum), Steven mencoba peruntungan di dunia musik Indonesia.

Kehadiran Steven and The Coconut Trees ternyata mendapat sambutan positive. Maklum aja, emang enggak banyak band yang main reagge kan. Hasilnya? “Dari jualan kaset, lumayan lah, cukup buat hura-hura setahun,” ujar Steven seraya tergelak. Steven and The Coconut Trees juga berhasil meraih ‘Best Newcomer’ di ajang Soundrenaline 2006 Jakarta. Pokoknya, asoy lah